Hari Guru

Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Berjuang untuk Generasi Masa Depan Bangsa

Sabtu, 25 Nopember 2017 (Pakdhe)

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu.

Mereka menceritakan kisah sukses masing2.
Ada yang menjadi direktur BUMN, ada yang menjadi direktur Bank, ada yg menjadi pengusaha sukses, dokter, arsitek, pengacara, konsultan, dll.

Melihat para alumni tersebut ramai2  membicarakan kesuksesan mereka, guru tsb segera ke dapur kmdn mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda2. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. 

“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Bapak sudah siapkan kopi buat kalian,” seru sang guru memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek.

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang guru pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

“Mari, silakan diminum,” ajak sang guru, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek.

“Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun keluarga saya sendiri.”

“Wah, enak sekali Pak.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,” timpal salah satu murid yang langsung diiyakan oleh teman yang lain.

“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?” tanya sang guru.

Murid-murid itu pun saling berpandangan. 

"Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik.

Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu.
Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya.

Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎

Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki."

Semua alumni tertegun mendengar penjelasan dari sang guru.
Penjelasan dari sang guru telah menyentak kesadaran mereka.

"Anak-anakku tercinta..."
lanjut sang guru. 

"Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati.
Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting.

Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah.
Itu konsep yg sangat keliru.

Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh  "Apa yg ada di dalam" bukan "Apa yg kelihatan dari luar."

Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, popularitas, adalah sebuah predikat yang disandang.
Tak salah jika kita mengejarnya.
Tak salah pula bila kita ingin memilikinya.

Namun, semua itu hanya sarana.
Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan.

Apa gunanya  memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?

Itu sangat menyedihkan.
Karena hal itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal..."

Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya..."

***

Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan... Anak-anaku tercinta...

Studi Kenal Alam dan Lingkungan Berwisata sambil Belajar

Ziarah MakamAuliya

Parangtritis


Foto bersama di pelataran candi Borobudur
Rombongan Study Tour dan Religi MTsN 2 Nganjuk dilaksanakan tanggal 3-5 Nopember 2017 dengan diikuti sebanyak 293 siswa kelas 8 dan 28 pendamping.
Diawali dengan doa bersama dan ziarah di makam mbah Kyai Khusnun di masjid Tanjung pada pagi harinya. dengan menggunakan armada bus Mahkota berangkat dari Tanjunganom tepat pukul 21.00. wib transit sebentar di putra Jatim Ngawi melanjutkan perjalanan ke Pantai Parangtritis.
Pukul 03.30 wib rombongan sampai diParangtritis. berada dilokasi sampai pukul 07.00.
Melanjutkan perjalannan ke Borobudur mampir di NUMANI resto untuk makan pagi sampai pukul 09.00.

Menggapai Mimpi Menuju Prestasi

Berjuang ... berjuang dan terus berjuang, Moh. Abdul Koim dalam Pelatnas lari di Surabaya, berjuang untuk mewakili Jawa Timur dalam PON Papua nanti
Moh. Abdul Koim siswa kelas IX-3 (NIS 13021) juga pengurus OSIS masa bakti 2015-2016 dan sebagai Wakil Pengurus Harian OSIS Periode 2016-2017 berpasangan dengan Adella Salsabela Tama. Saat ini mengikuti Pelatda Jawa Timur menyongsong PON papua nanti.

Berbagai kejuaraan telah diraih Koim (panggilan sehari-hari di OSIS) mulai tingkat Madrasah, KKM MTsN 2 Nganjuk dalam Aksioma Kabupaten juga beberapa Kejurda di wilayah Jawa Timur.

Semoga semoga perjuangannya di ridloi dan di iajabahi Allah SWT, Aamiin.
Mohon doa restu untuk bsa mewakili Jawa Timur 

Gerakan Literasi Madrasah

Bapak Kepala Kan Kemenag Kabupaten Nganjuk meresmikan Gerakan Literasi Madrasah (GLM) di MTsN 2 Nganjuk
Istilah literasi atau dalam bahasa Inggris literacy berasal dari bahasa Latin literatus, yang berarti "a learned person" atau orang yang belajar. Dalam bahasa Latin juga dikenal dengan istilah littera (huruf) yang artinya melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang menyertainya.
dengan kata lain literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Literasi memerlukan serangkaian kemampuan kognitif, pengetahuan bahasa tulis dan lisan, pengetahuan tentang genre dan kultural.

Tujuan :
1.     Tujuan Umum, menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Madrasah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.
2.     Tujuan Khusus 
·         Menumbuhkembangkan budaya literasi di Madrasah.
·         Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan Madrasah agar literat. . 
·         Menjadikan Madrasah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga Madrasah mampu mengelola pengetahuan.
·         Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.


Milad 50 tahun MTsN 2 Nganjuk

Bapak Kepala Kan Kemenag Kabupaten Nganjuk memberangkatkan peserta Jalan Santai dalam rangka Milad 50 tahun MTsN 2 Nganjuk
Tahun Emas MTsN 2 Nganjuk dilaksanakan setahun penuh semua serba 50 Tahun MTsN 2 Nganjuk.
Puncak Milad 50 Tahun MTsN 2 Nganjuk diselenggarakan 30 September 2017 berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan

Puncaknya Jumat - Sabtu 29 - 30 September 2017 dimulai dengan Doa Bersama dan lomba kebersihan kelas pada hari Jumat 29 September 2017. dilanjutkan Jalan santai yang diberangkatkan langsung oleh Bapak Drs H Barozi M.PdI. kepala Kantor  Kemenag Kabupaten Nganjuk juga Kasi Pendma Bapak M.Choirul Anam S.PdI, SH. berbagai hadiah dan door price di sediakan, diikuti oleh seluruh siswa, guru dan pegawai MTsN 2 Nganjuk. juga MIN 4 Nganjuk, MIN 8 Nganjuk, MI Daya Muda, SDN Kampung Baru 1, Alumni, tak ketinggalan Komite Madrasah, Bapak Kepala Madrasah yang yang telah Purna, di antaranya Bapak H Subakir, Bapak H. Maklum Yunus, Bapak H. Nur Ahmad.

Santunan untuk anak yatim dan yatim  piatu disalurkan  kepada 50 anak, dan yang terakhir launching Gerakan Literasi Madrasah dan majalah "Pekerti" yang digawangi oleh Bapak Eko Endri Wiyono, S.Pd..


Gerakan Literasi Madrasah

Launching majalah pekerti

Manasik Haji MTsN 2 Nganjuk























Selasa, 5 September 2017, MTsN 2 Nganjuk berTalbiyah. Adalah kali pertama manasik Haji yang diselenggarakan di MTsN 2 Nganjuk. Program ini digagas untuk menambah wawasan kepada siswa bagaimana ritual perjalanan haji. Juga, sebagai proses pembelajaran langsung tentang haji.

Seluruh peserta mengenakan pakaian ihrom. Dibimbing langsung oleh H. Khanafi, proses manasik berjalan lancar. Para peserta menyambut dengan penuh antusias.

Jajaran MTsN 2 Nganjuk juga kompak melatih para siswa di lapangan pun juga mengenakan pakaian ihrom. Suasana semakin khidmat tatkala talbiyah berkumandang.

Acara ditutup dengan bertahalul. Dengan demikian, tujuan pembelajaran lapangan sudah tercapai. Agenda ini diharapkan, bahwa anak mendapatkan pengalaman haji sejak dini dan supaya berkesan dalam pribadi mereka sehingga siswa tumbuh menjadi agamis cenderung kepada prilaku berdasarkan tutunan agama. Siswa juga mampu mengetahui Syarat dan rukun haji, wajib, sunah dan hal-hal yang tidak diperbolehkan selama berhaji,  juga sebagai mutu pendidikan terutama di MTsN 2 Nganjuk, bahwa, pembelajaran tidak hanya berupa teori belaka, namun ada kalanya dipraktikkan.















Gebrakan Gita An Nur Persada di HUT RI ke 72

Gita An Nur Persada
          Gita An Nur Persada, menggebrak lomba parade Drum Band dalam rangkaian acara peringatan HUT RI ke 72, Senin 21 Agustus 2017.
           Lomba yang diikuti benyak peserta mulai tingkatan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA tersebut, MTsN 2 Nganjuk yang berkostum Biru-Oranye, berhasil mengguncang para penonton.
Agus Santoso, WAKA Kesiswaan memberikan Briefing sebelum lomba

       

Color Guard
         Kali ini Gita An Nur Persada mempersembahkan lagu bertema pahlawan. Alunan 15 Trumpet membuat suasana menjadi semakin bersemangat. Iringan derap langkah satuan Drum Band tersebut terkombinasi apik dan bersemangat. Masyarakat rela kepanasan dan maju sampai ke badan jalan untuk mengabadikan GAP. Suguhan yang apik menyemarakkan pesta Kemerdekaan RI ke 72.